Senin, 04 Maret 2013

Blackhole

Beberapa waktu yang lalu saya membaca berita di koran Republika bahwa seorang cendekiawan dari Mesir Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar, menyatakan bahwa ayat Qur'an surat At Takwir 15-16 mengacu kepada black hole. Coba dibuka deh Al Quran nya. Terjemahannya seperti ini:
“Sungguh, aku bersumpah dengan bintang-bintang (yang tersembunyi)... “

Apa hubungannya ya? blackhole itu apa sih?

Secara umum ada 2 macam black hole yaitu: Stellar dan Supermassive.
Yang pertama Stellar black hole, terbentuk setelah matinya bintang. Ada di galaxy tapi bukan di pusatnya. Yang ke dua Supermassive Black hole ada di pusat galaxy. Diperkirakan ada dari awal pembentukan semesta

Ok, kita bahas soal peristiwa matinya bintang dulu ya. Di bintang terjadi reaksi fusi, yaitu bersatunya dua atom ringan manjadi atom yang lebih berat, hidrogen saling bertabrakan dan menyatu menjadi

Kamis, 25 Oktober 2012

Menyembuhkan sakit gigi secara alami

Hampir semua orang pernah merasakan yang namanya sakit gigi. rasanya yang menyiksa tak ayal membuat penderitanya uring-uringan. bagi anda yang punya banyak waktu dan uang, anda mungkin akan segera mencari obat sakit gigi di apotek atau warung. namun terfikirkah oleh anda bahwa obat sakit gigi ada di sekitar kita dan tak perlu repot-repot pergi ke dokter atau minum obat berlabel pain killer..
berikut tips menghilangkan sakit gigi dengan cara yang terkesan aneh tapi ampuh

1.Ice Massage

Es balok siap membantu meringankan sakit gigi Anda. Ah yang benar? bagaimana bisa hilang jika dinginnya saja membuat Anda ngilu? Ikuti triknya di sini, ambil sepotong kecil es balik dan letakkan di antara jari telunjuk dan ibu jari. Pijat perlahan di bagian tersebut, nah kini bisa Anda rasakan perlahan rasa sakit itu mulai hilangkan?
Pemijatan nyaman oleh si es balok menyentuh sel-sel syaraf yang terdapat di sekitar ibu jari dan

Rabu, 10 Oktober 2012

Wawancara dengan Mark Gergis, Pencetus Album Kompilasi 'Indonesia Pop Nostalgia'

Jakarta - Terinspirasi dari musik pop, folk, rock, dan lagu anak-anak Indonesia tahun '70-an dan '80-an yang ia dengar lewat medium kaset serta piringan hitam pada periode 2004 hingga 2008, seorang musisi, komposer, produser, serta pengarsip seni audio dan visual kelas internasional, Mark Gergis, yang juga merupakan pemilik label rekaman independen Sham Palace memutuskan untuk merilis sebuah album kompilasi dengan tajuk Indonesia Pop Nostalgia: Pan – Indonesian Pop, Folk, Instrumentals & Children’s Songs 1970s – 1980s.Album yang dirilis dalam format piringan hitam terbatas sebanyak seribu keping ini berdurasi 43 menit dan diisi dua belas lagu yang antara lain menampilkan vokal Ira Maya Sopha dan Dina Mariana saat masih berstatus sebagai penyanyi cilik. Instrumentalia dari Orkes Melayu Bulan Purnama serta dua lagu instrumental asal Minang gubahan Kamar Ruddin Z juga turut serta meramaikan album ini.

Ada pula “Dikijoknyo”, sebuah reinterpretasi lagu Bollywood klasik, “Man Dole Mere Tan Dole”, dalam gaya pop Minang oleh penyanyi Sumatera dari dekade '80-an bernama KIM. Nama legendaris seperti Bimbo dan Aria Junior pun tercatat sebagai eksponen Indonesia Pop Nostalgia.

Kompilasi ini memang mengedepankan musik-musik dari Pulau Jawa dan Sumatera, namun Gergis tidak menampik adanya pengaruh kuat dari musik populer dan tradisional bernafas Islami, Arab dan juga Asia Selatan, di samping tentu saja ragam warna kebarat-baratan. Menurut Gergis, perpaduan tersebut

Jumat, 31 Agustus 2012

Indonesia Tampil Di Piala Dunia? Lupakan Saja

Polemik yang terjadi di persepakbolaan Indonesia dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini cukup membuat banyak khalayak pencinta sepakbola nasional geleng-geleng kepala. Mencari jarum di tumpukan jerami saja terlihat masih jauh lebih mudah daripada mengurai permasalahan yang ada di tubuh induk sepak bola Indonesia ini. Permasalahan ini seperti benang kusut, banyak cara yang dilakukan untuk mengurai dan meluruskan masalah ini namun semuanya hanya terlihat berputar-putar di tempat.

Minggu, 10 Juni 2012

Soundwaves: Piyu, Hitler dan Fasisme

Ada waktu ketika musisi tak beda dengan bigot lainnya di muka bumi. Musisi juga manusia, pembenaran paling gampangnya. Pula bukan salah mereka kemudian musisi dianggap punya ruang lebih untuk komentar dan celetukannya lebih didengar dibanding orang biasa. Terima kasih pada budaya populer yang membuat ini memungkinkan.

Eric Clapton dahulu kala sekali mempelopori celetukan bodoh yang membuat orang tak hanya menaikkan alis mereka. Ia berujar, di atas panggung pula, bahwa Inggris telah menjadi sangat sesak, overcrowded oleh imigran kulit hitam. Ia berteriak "Throw the wogs out! Keep Britain white!" dan kemudian menyerukan orang-orang untuk memilih Enoch Powell, seorang politikus rasis sayap kanan yang, dalam pemahaman Clapton, berguna untuk mencegah Inggris berubah menjadi koloni kulit hitam.

Persis pula saat David Bowie yang pernah melewati waktu menjadi asshole dengan kebodohan dukungannya bagi tiran fasis. I'm a big fan of Mr. Ziggy Stardust's music, namun saya tak bisa mengingkari kenyataan bahwa -meski di kemudian hari ia nyatakan sebagai kesalahan- ia pernah sepakat dengan totalitarianisme dan berujar bahwa "Britain could benefit from fascist leaders.”

Menjadi tak sekedar tertarik pada isi eksotis fasisme, Bowie memuja Hitler yang ia sebut sebagai ‘the first