Senin, 14 Mei 2012

mencari Matahari

SATU
Anak Malam tampak loyo masuk ke lobi apartemen (aku bilang rumah susun beradab!) dan merangkak ke lift. Limbung sudah dini hari. Lift bergerak. Tubuhnya berguncang. Dia terlempar ke koridor lantai tujuh.
Anak Malam berhasil membuka pintu kamarnya, bernomor 13 (menurut legenda, ini angka sial. Mari kita buktikan!). tablet-tablet berwarna dan laknat berceceran. Seperti juga harapannya. Dia tak sanggup lagi mengumpulkannya. Dia Cuma berusaha membuka jendela kamar apartemennya, menggapai setitik cahaya, menyongsong sinar matahari. Padahal fajar masih lama.
Anak malam kini memencet nomor-nomor remote control, mencoba menemukan dengan persis di mana garis hidupnya. Televisi pun menyala. Dia mengeluarkan kaset, memasukkannya ke dalam video dan menyetelnya. Beginilah yang tampak di layar raksasa.

Jumat, 27 April 2012

Berani Mencoba Tren Dry Denim?

Setelah berapa lama biasanya Anda mencuci jeans yang sudah Anda pakai? Setiap habis dipakai? Seminggu sekali? Sebulan sekali?
Jika Anda bertanya pada pakar jeans, tindakan Anda mencuci begitu sering pasti langsung disayangkan. Sebab, mencuci bahan denim terlalu sering akan membuat jeans cepat aus, warnanya pun lebih cepat memudar. Bahkan ada yang menyarankan bahwa jeans sebaiknya dicuci setiap enam bulan sekali.
Anda tak percaya ada orang yang mampu memakai jeans yang sama selama enam bulan?
Ternyata, sudah banyak orang yang mulai menerapkan cara perawatan seperti ini. Denim tidak dicuci sejak pertama kali membelinya, lalu warna dan bentuknya dibiarkan memudar dan melonggar alami akibat pemakaian yang sudah lama. Cara ini dinilai akan lebih menonjolkan keaslian karakter pemakainya.

Memang tak semua jeans bisa diperlakukan seperti ini. Anda bisa menerapkannya pada jeans berbahan denim klasik yang lebih tebal dan kaku. Jeans seperti ini, yang disebut dry denim atau raw denim, dibuat dari bahan yang tidak dicuci selama proses pembuatannya. Beda dengan jeans model sekarang yang mengalami proses "penuaan", pencucian, dan perobekan secara artifisial, untuk mendapatkan tampilan yang lama.

Perawatan Jeans

Gimana sih cara yang paling benar buat merawat jeans kita? Sering kali pertanyaan ini keluar dari mulut para pengguna denim baik itu hardcore denim lovers maupun pengguna jeans pada umumnya. Hal ini logis untuk ditanyakan karena hey, kita tidak mengeluarkan kocek yang sedikit untuk memboyong sebuah jeans baru ke rumah kita kan? Karena itu pula kita ingin merawat jeans kita sebaik-baiknya.

Perawatan denim dalam hal ini menyangkut banyak hal seperti cara merendam (soak), cara mencuci, megeringkan, membersihkan noda, dan juga memperbaiki jeans yang rusak. Secara personal, saya setuju dengan pendapat banyak orang bahwa jeans itu adalah hal yang personal, dan cara perawatannya pun personal, tidak ada exact science untuk merawat jeans. Namun beberapa pengetahuan umum untuk merawat jeans juga tetap patut dibagi untuk sesama pecinta denim. Berikut ini saya akan menyajikan beberapa cara merawat jeans anda yang dirangkum dari banyak sumber.

Kamis, 29 Desember 2011

Cherokee suku indian muslim yang punah

Anda pasti mengernyitkan dahi ketika mendengarnya. yach..bisa dimaklumi, karena nyaris tidak ada media yang membahas tentang Islamnya suku kuno Indian ini. lebih tragis lagi, sumber tertulis yang memuat tentang sejarah muslimnya suku Indian ini sangat-sangat sedikit. but don't worry abaut that, jika anda berjalan-jalan atau mengunjungi Washington, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Disana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, Abdel-Khak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

Ternyata alam semesta berbentuk terompet

 Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam
 semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.


Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.